Kompleks Candhi Muaro Jambi

Saka Wikipédia, bauwarna bébas basa Jawa
Disambig.svg
Gambar:Candhi Gumpung Muarojambi.jpg
Makara, patung panjaga gerbang ing Candhi Gumpung, Candhi Buddha jroning situs arkéologi Muaro Jambi, Jambi

Situs Purbakala Kompleks Candhi Muaro Jambi yaikau sawijinig wangun kompleks parcandhian agama Hindu-Buddha kang apling amba ing Indonésia kang ana ing sajarah dadi paninggalanéKerajaan Sriwijaya dan Karajan Melayu. Kompleks parcandhian kang dumunung ana ing Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonésia, kang dumunung ana ing Batang Hari, kurang luwih 26 kilometer arah wétan Kutha Jambi. Koordinat Kidul 01* 28'32" Wétan 103* 40'04". Candhi kasebut nduwèni nama dijupuk saka abad ka-11 Cithakan:Masehi. Candhi Muaro Jambi arupa kompleks candhi kang paling gedhe lan amba kang ana ing pulo Sumatra. Lan wiwit atun 2009 Kompleks Candhi Muaro Jambi didaptharake ing UNESCO minangka dadi Situs Warisan Donya. <!

Penemuan dan pemugaran[besut | besut sumber]

Kompleks percandhian Muaro Jambi pertama kali dilaporkan pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris bernama S.C. Crooke yang melakukan pemetaan laladan aliran sungai untuk kepentingan militer. Baru tahun 1975, pemerintah Indonésia mulai melakukan pemugaran yang serius yang dipimpin R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno[butuh rujukan] pada beberapa lempeng yang ditemukan, pakar epigrafi Boechari menyimpulkan peninggalan itu berkisar dari abad ke-9-12 Masehi. Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar,[1] dan kesemuanya adalah bercorak Buddhisme. Kesembilan candhi tersebut adalah Candhi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candhi Astano.

Dari sekian banyaknya penemuan yang ada, Junus Satrio Atmodjo menyimpulkan laladan itu dulu banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari Pèrsi, China, dan India. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan "wajra" pada beberapa candhi yang membentuk mandala.

Struktur kompleks percandhian[besut | besut sumber]

Kompleks percandhian Muaro Jambi terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini berisi 61 candhi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi).[1] Dalam kompleks percandhian ini terdapat pula beberapa bangunan berpengaruh agama Hindu.

Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candhi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat. Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca prajnaparamita, dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lumpang/lesung batu. Gong perunggu dengan tulisan Cina, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu. Selain candhi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candhi Bukit Perak. n >

Cathetan sikil[besut | besut sumber]

  1. ^ a b Sumber lain bahkan mencatat 90-an bangunan. Lihat: Situs Muarojambi Masih Menyimpan Puluhan Candhi. MediaIndonésia. Edisi daring 05-05-2009.

Pranala najaba[besut | besut sumber]

Cithakan:Situs Warisan Donya ing Indonésia Cithakan:Candhi Buddha Indonésia