Paus Urbanus II
|
|
Artikel punika pinuju ngalami éwah-éwahan ageng ngantos 28 Pebruari 2013 Kanggé nyegah konflik panyuntingan, nyuwun tulung supados boten nyunting artikel punika nalika pesen punika taksih wonten. Kaca punika pungkasan dipunsunting déning Addbot (Kontrib • Log) 76 dinten 456 menit kapungkur. |
|
Artikel pelatihan Papat Limpad 2012 punika perlu dipunrapèkaken supados miturut dhumateng standhar Wikipédia |
| Urbanus II | |
|---|---|
| Asma wiyosan | Otho dari Lagery |
| Wiwit mengku | Maret 1088 |
| Dumugi | 29 Juli 1099 |
| Dipunrumiyini | Viktor III |
| Dipunlajengaken | Paskalis II |
| Miyos | 1042 Lagery, Perancis |
| Séda | 29 Juli 1099 Roma, Italia |
| Paus kanthi nami Urbanus sanesipun | |
| Cathetan suku {{{footnotes}}} |
|
Paus Urbanus II iku, salah siji wong kang nyandhang jabatan Paus Gréja Katulik Roma antarane taun (1088-1099). Paus Urbanus II lair taun 1042 ing Lagery (cedhak kutha Châtillon-sur-Marne) ing Prancis. Paus Urbanus II nduweni jeneng asli Odo De Lagery (utawa: Otto/ Odo). Dheweke asale saka bangsawan Prancis lan nduweni dhasar ilmu kang apik. SNalika isih nom dheweke dadi pandhita ing kutha Rheims, banjur munggah pangkat sithik mbaka sithik dadi Bishop, lan dadi Paus taun 1088. Pope Urban II yaiku Paus kang ngajak wong Kristen perang ngrebut tanah suci saka wong Islam, kang dadi Perang Salib.[1] Dheweke iku Paus Gereja Katolik Roma awit Maret 1088 tekan 29 Juli 1099.
Urbanus II dan Perang Salib [sunting]
Kepausan Paus Urbanus II ditandhani kanthi anane geger antarane raja Jerman, Henry IV — ngenani kebijakan dening Paus Gregorius VIII kang ora ngasilake apa-apa. Paus Urbanus II ora kepingin ngrampungake perkara iku, nanging dheweke ora kepingin ndadekake siji krajan Kristen. Nalika Kaisar Alexis saka Konstantinopel njaluk tulung Paus kanggo ngadhepi wong-wong Turki, Paus Urbanus nduweni idhe supaya kabeh nyengkuyung kanggo perang mungsuh muslim Turki.
Nalika taun 1095 Urbanus nganakake Konsili Clermont. Ing kono dheweke ngandharake kotbah kang isine : Sumebar cerita kang nggegirisi... ana golongan kang dilaknat Allah ... nyerang tlatahe wong Kristen lan merangi warga sakiwa tengene nggunakake pedhang, njarah, lan ngobong. Dheweke muni : Pisahke tlatah iku saka bangsa kang jahat lan dadekake nggonmu.
Deus vult! Deus vult! (Gusti ngersakake), suwarane para umat. Tembung iku dadi unen-unen para tentara Perang Salib.
Pidhato [sunting]
Nalika yaun 1095 ana pertemuan agung kang dianakake ing Clermont, Prancis. Kanthi nggege mangsa, pidhatone Paus Urbanus II marang wong kristen kaya ing ngisor iki:
| "Hai orang-orang Franka, hai orang-orang di luar pegunungan ini, hai orang-orang yang dicintai Tuhan, yang jelas dari perilaku kalian, yang membedakan diri dari bangsa-bangsa lain di muka bumi ini, karena iman kalian, karena pengabdian kalian pada gereja suci; inilah pesan dan himbauan khusus untuk kalian:
Kabar buruk telah tiba dari Yerussalem dan Konstantinopel, bahwa sebuah bangsa asing yang terkutuk dan menjadi musuh Tuhan, yang tidak lurus hatinya, dan yang jiwanya tidak setia pada Tuhan, telah menyerbu tanah orang-orang Kristen dan membumihanguskan mereka dengan pedang dan api secara paksa. Tidak sedikit orang-orang Kristen yang mereka tawan untuk dijadikan budak, sementara sisanya dibunuh. Gereja-gereja, kalau tidak mereka hancurkan, mereka jadikan masjid. Altar-altar diporak-porandakan. Orang-orang Kristen mereka sunat, dan darahnya mereka tuangkan pada altar atau tempat-tempat pembaptisan. Beberapa mereka bunuh secara keji, yakni dengan membelah perut dan mengeluarkan ususnya. Mereka tendang orang-orang Kristen, dan mereka dipaksa berjalan sampai keletihan, hingga terjerembab di atas tanah. Beberapa dipergunakan sebagai sasaran panah. Ada yang mereka betot lehernya, untuk dicoba apakah bisa mereka penggal dengan sekali tebas. Lebih mengerikan lagi perlakuan mereka terhadap perempuan. Kewajiban siapa lagi kalau bukan kalian, yang harus membalas dan merebut kembali daerah-daerah itu? Ingatlah, Tuhan telah memberi kalian banyak kelebihan dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain: semangat juang, keberanian, keperkasaan dan ketidakgentaran menghadapi siapapun yang hendak melawan kalian. Ingatlah pada keberanian nenek moyang kalian, pada kekaisaran Karel Agung dan Louis, anaknya serta raja-raja lainnya yang telah membasmi Turki dan menegakkan agama Kristen di tanah mereka. Kalian harus tergerak oleh makam kudus Tuhan Yesus Sang Juru Selamat kita, yang kini ada di tangan orang-orang najis; kalian harus bangkit berjuang, karena kalian telah tahu, banyak tempat-tempat suci yang telah dikotori, diperlakukan secara tidak senonoh oleh mereka. Hai para ksatria pemberani, keturunan nenek moyang yang tak tertaklukkan, janganlah lebih lemah daripada mereka, tetapi ingatlah pada ketidakgentaran mereka. Jika kalian ragu-ragu karena cinta kalian kepada anak-anak, isteri, dan kerabat kalian, ingatlah pada apa yang Tuhan katakan dalam Injil: “Ia yang mengasihi ayah dan ibunya lebih daripada Aku, tidak pantas bagi-Ku”…Jangan biarkan apa yang menjadi kepunyaan kalian menghambat kalian. Kalian tak perlu khawatir dengan apa yang menjadi kepunyaan kalian. Negeri kalian telah padat penduduknya, dan dari semua sisi tertutup laut dan pegunungan. Tak banyak kekayaan di sini, dan tanahnya jarang membuahkan hasil pangan yang cukup buat kalian. Itulah sebabnya sering bertikai sendiri. Hentikan kesalingbencian dan pertengkaran kalian, hentikan peperangan antar sesama kalian. Bergegaslah menuju Makam Kudus, rebutlah kembali negeri itu dari orang-orang jahat, dan jadikan miliki kalian. Negeri itu, seperti dikatakan di dalam Alkitab, berlimpah susu dan madu, Allah memberikannya kepada anak-anak Bani Israil. Yerussalem, negeri terbaik, lebih subur daripada lainnya, seolah-olah surga kedua. Inilah tempat Juru Selamat kita dilahirkan, diperintah dengan kehidupan-Nya, dan dikuduskan dengan penderitaan-Nya. Bergegaslah, dan kalian akan memperoleh penebusan dosa, serta pahala di Kerajaan Surga." |
Rujukan [sunting]
- ^ (id) Hart, Michael H.. 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Sepanjang Sejarah. PT Mizan Publika. pp. 280. ISBN 9791964580. http://books.google.co.id/books?id=vtzHIgRNknYC&lpg=PA281&dq=perang%20salib&pg=PA280#v=onepage&q=perang%20salib&f=false.ISBN 9789791964586
- A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Immanuel, 1999. Dapat dibaca di sini
| Dipunrumiyini déning: Paus Urbanus I |
Paus (daftar) |
Dipunlajengaken déning: Paus Urbanus III |
Petrus • Linus • Anakletus • Klemens I • Evaristus • Aleksander I • Siktus I • Telesphorus • Hyginus • Pius I • Anisetus • Soter • Eleutherius • Viktor I • Zephyrinus • Kallistus I • Urbanus I • Pontianus • Anterus • Fabianus • Kornelius • Lucius I • Stefanus I • Siktus II • Dionisius • Feliks I • Eutychianus • Gaius • Marsellinus • Marsellus I • Eusebius • Meltiades • Silvester I • Markus • Julius I • Liberius • Damasus I • Sirikus • Anastasius I • Innosensius I • Zosimus • Bonifasius I • Selestinus I • Siktus III • Leo I • Hilarius • Simplisius • Feliks III • Gelasius I • Anastasius II • Symnakus • Hormidas • Yohanes I • Feliks IV • Bonifasius II • Yohanes II • Agapitus I • Silverius • Vigilius • Pelagius I • Yohanes III • Benediktus I • Pelagius II • Gregorius I • Sabianus • Bonifasius III • Bonifasius IV • Adeodatus I • Bonifasius V • Honorius I • Severinus • Yohanes IV • Theodorus I • Martinus I • Eugenius I • Vitalianus • Adeodatus II • Donus • Agathus • Leo II • Benediktus II • Yohanes V • Conon • Sergius I • Yohanes VI • Yohanes VII • Sisinnius • Konstantinus • Gregorius II • Gregorius III • Zakarias • Stefanus II • Paulus I • Stefanus III • Adrianus I • Leo III • Stefanus IV • Paskalis I • Eugenius II • Valentinus • Gregorius IV • Sergius II • Leo IV • Benediktus III • Nikolas I • Adrianus II • Yohanes VIII • Marinus I • Adrianus III • Stefanus V • Formosus • Bonifasius VI • Stefanus VI • Romanus • Theodorus II • Yohanes IX • Benediktus IV • Leo V • Sergius III • Anastasius III • Lando • Yohanes X • Leo VI • Stefanus VII • Yohanes XI • Leo VII • Stefanus VIII • Marinus II • Agapitus II • Yohanes XII • Leo VIII • Benediktus V • Yohanes XIII • Benediktus VI • Benediktus VII • Yohanes XIV • Yohanes XV • Gregorius V • Silvester II • Yohanes XVII • Yohanes XVIII • Sergius IV • Benediktus VIII • Yohanes XIX • Benediktus IX • Silvester III • Benediktus IX • Gregorius VI • Klemens II • Benediktus IX • Damasus II • Leo IX • Viktor II • Stefanus IX • Nikolas II • Aleksander II • Gregorius VII • Viktor III • Urbanus II • Paskalis II • Gelasius II • Kallistus II • Honorius II • Innosensius II • Selestinus II • Lucius II • Eugenius III • Anastasius IV • Adrianus IV • Aleksander III • Lucius III • Urbanus III • Gregorius VIII • Klemens III • Selestinus III • Innosensius III • Honorius III • Gregorius IX • Selestinus IV • Innosensius IV • Aleksander IV • Urbanus IV • Klemens IV • Gregorius X • Innosensius V • Adrianus V • Yohanes XXI • Nikolas III • Martinus IV • Honorius IV • Nikolas IV • Selestinus V • Bonifasius VIII • Benediktus XI • Klemens V • Yohanes XXII • Benediktus XII • Klemens VI • Innosensius VI • Urbanus V • Gregorius XI • Urbanus VI • Bonifasius IX • Innosensius VII • Gregorius XII • Martinus V • Eugenius IV • Nikolas V • Kallistus III • Pius II • Paulus II • Siktus IV • Innosensius VIII • Aleksander VI • Pius III • Julius II • Leo X • Adrianus VI • Klemens VII • Paulus III • Julius III • Marsellus II • Paulus IV • Pius IV • Pius V • Gregorius XIII • Siktus V • Urbanus VII • Gregorius XIV • Innosensius IX • Klemens VIII • Leo XI • Paulus V • Gregorius XV • Urbanus VIII • Innosensius X • Aleksander VII • Klemens IX • Klemens X • Innosensius XI • Aleksander VIII • Innosensius XII • Klemens XI • Innosensius XIII • Benediktus XIII • Klemens XII • Benediktus XIV • Klemens XIII • Klemens XIV • Pius VI • Pius VII • Leo XII • Pius VIII • Gregorius XVI • Pius IX • Leo XIII • Pius X • Benediktus XV • Pius XI • Pius XII • Yohanes XXIII • Paulus VI • Yohanes Paulus I • Yohanes Paulus II • Benediktus XVI