Wikipédia:Angkringan: Béda antara owahan

Menyang navigasi Menyang panggolèkan
1.595 bèt wis dibusak ,  9 taun kepungkur
*{{sarujuk}} -- [[Panganggo:C5st4wr6ch|C5st4wr6ch]] <sup>[[Dhiskusi Panganggo:C5st4wr6ch|pirembagan]]</sup> 24 Desember 2012 07.11 (UTC)
*{{sarujuk}} -- [[Panganggo:Wagino 20100516|Wagino 20100516]] <sup>[[Dhiskusi Panganggo:Wagino 20100516|pirembagan]]</sup> 25 Desember 2012 13.20 (UTC)
<!--
=== Detail teknis ===
(Maaf pakai bahasa Indonesia karena menyangkut banyak istilah teknis)
 
Mohon pendapat rekan-rekan sekalian,
 
Seperti diketahui, aksara Jawa adalah cukup rumit secara teknis (''rendering''-nya bisa dua arah (bi-directional)), karena setiap aksara dapat memiliki karakter di sebelah kanannya, di sebelah kirinya, di atas, maupun di bawahnya sekaligus, saya pikir ini salah satu keunikan aksara kita ini dibanding aksara-aksara lainnya di dunia. Dari segi teknis, font Unicode yang saya usulkan untuk dipasang ini (Tuladha Jejeg) menggunakan teknologi ''smart font'' dari SIL Graphite yang mendukung penulisan (dan tampilan) aksara Jawa. Masalahnya, untuk peramban web, baru Firefox (11 ke atas) yang mendukung teknologi ini, itu pun tidak diaktifkan secara otomatis, melainkan harus secara manual. Oleh karena itu pengguna yang menggunakan Chrome, IE, Opera, Safari, dll. tidak dapat melihat aksara Jawa yang tertampil dengan benar.
 
Penulisan aksara Jawa di Wikipedia bahasa Jawa membutuhkan dua komponen, satu untuk menulis (input), dan satu untuk menampilkan (output). Untuk menulis, digunakan [[:mw:Extension:Narayam|ekstensi Narayam]], sedangkan untuk membaca, digunakan [[:mw:Extension:WebFonts|ekstensi WebFonts]] <u>plus mengaktifkan fitur graphite di Firefox</u>.
 
Oleh karena keterbatasan itu, maka pengembang yang saya hubungi melalui bugzilla memberi jalan keluar berupa fitur WebFonts yang akan dipasang nanti tidak ditampilkan secara ''default'', melainkan harus diaktifkan melalui preferensi. Hal ini ada plus minusnya sendiri. Berikut contoh kasus:
 
-->
4.483

besutan

Menu navigasi