Naraguna:Rickardi Runturambi
Empat tokoh militer yang paling pengaruh pada masa Mereka, hingga nama mereka slalu di kenang sebagai pahlawan Nasional Indonesia.
1). Jenderal besar Raden Sudirman.
2). Jenderal besar Dolf Runturambi.
3). Jenderal besar Muhammad Soeharto.
4). Jenderal besar Haris Nasution.
Tapi ada satu yang tidak banyak orang kenal karna ia adalah militer angkatan darat Intelijen dan sniper, ia adalah Jenderal besar Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi, ia di rahasiakan oleh negara karna ia sangat pengaruh sampai ke negara barat dan timur, karna ia sangat di takuti oleh dunia karna kecerdikannya dan kepintarannya, sampai ia di juluki oleh luar negeri adalah intelijen ular hitam, karna sekali ia memburu maka targetnya takkan bisa berbuat apa-apa, jika misi ia terbongkar pada waktu itu mungkin Indonesia dan sekitarnya tak seperti saat ini, ia manusia setengah dewa yang perna di katakan oleh dunia, karna banyak perjuangan yang ia jalani demi negara dan rakyat samudra timur benua Atlantis bangsa minahasa yang sekarang suda menjadi Nusantara Indonesia dan sekitarnya, ia berjuang dari awal hingga ahir, dia lah sang legenda minahasa Nusantara Indonesia Jenderal besar TNI AD (purn) Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi alias pak jawa karna ia di benci oleh orang jawa tapi ia adalah raja jawa yang sebenarnya.
Jenderal besar lima bintang TNI AD (purn.) Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi. Alias pak Jawa.
Ini adalah nama Minahasa Tombatu, marganya adalah Runturambi dinasti KOPDARR komando pasukan darah runturambi.
Jenderal Besar TNI (Purn.)
Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi
Potret Dolfedor, 1965
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara ke-3
Masa jabatan
02 Mei 1964 – 30 September 1965
Presiden
Soekarno
Pendahulu
Idham Chalid
Pengganti
A.H Nasution
Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia ke-13
Masa jabatan
10 Juli 1962 – 24 Februari 1965
Presiden Soekarno
Pendahulu
Sarbini
Pengganti
A.H Nasution
Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-4 dan ke-6
Masa jabatan
1959–1965
Presiden Soekarno
Pendahulu
Soerjadi Soerjadarma
Pengganti
A.H Nasution
Masa jabatan
1961–1965
Presiden Soekarno
Pendahulu
Soeharto
Pengganti
A.H Nasution
Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-3 dan ke-6
Masa jabatan
27 Desember 1952 – 18 Oktober 1965
Presiden Soekarno
Pendahulu
Bambang Soegeng
Pengganti
A.H Nasution
Masa jabatan
1 November 1962 – 21 Juni 1965
Presiden Soekarno
Pendahulu
Ahmad Yani
Pengganti
A.H Nasution
Wakil Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat Indonesia ke-2
Masa jabatan
1953–1956
Presiden Soekarno
Panglima Soedirman
Pendahulu
Maraden Panggabean
Pengganti
A.H Nasution
Informasi pribadi
Lahir 08 September 1922
Sulawesi, Minahasa, Tombatu, Hindia Belanda
Meninggal 24 November 2018 (umur 96)
Jakarta, Indonesia
Makam Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
Partai politik Golkar
Afiliasi politik
lainnya IPKI (dahulu)
Suami/istri Hesti Dece Heni Pelango Mongdong (m. 1952)
Anak 10, termasuk Letnan dua Rickardi Logan Jort Runturambi
Profesi
Perwira Angkatan Darat intelijen dan politikus
Penghargaan sipil Pahlawan Nasional Indonesia
Tanda tangan
Julukan Pak Dolf
Karier militer
Pihak
Hindia Belanda
Indonesia
Dinas/cabang
Tentara Kerajaan Hindia Belanda
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
Masa dinas 1941–1951
1955–1972
Pangkat Jenderal Besar TNI
NRP 13619
Satuan Infanteri
Komando
Lihat daftar
Divisi Siliwangi
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Pertempuran/perang
Lihat daftar
Perang Dunia II
Kampanye Hindia Belanda
Pertempuran Jawa
Revolusi Nasional Indonesia
Pemberontakan PKI 1948-1965
Agresi Militer Belanda II
Serangan Umum 1 Maret 1949
Peristiwa 17 Oktober
Pemberontakan Darul Islam
Invasi Ambon
Pemberontakan PRRI
Pemberontakan Permesta
Sengketa Irian Barat
Operasi Trikora
Operasi Dwikora
Gerakan 30 September
Operasi Trisula
Tanda Jasa/kehormatan
Lihat daftar
Bintang Dharma
Bintang Gerilya
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
Bintang Sewindu
Bintang Bhayangkara
Satyalancana Kesetiaan X
Penghargaan
Pahlawan Nasional Indonesia
Grand Cross 1st class of the Order of Merit of the Federal Republic of Germany (en)
Bintang Republik Indonesia
Bintang Mahaputra
Grand Cross of the Order of Orange-Nassau (en)
Sunting kotak info; S • L • B • R
Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi (8 September 1922– 24 November 2018) adalah seorang jenderal berpangkat tinggi dan politikus Indonesia. Ia bertugas di militer selama Revolusi Nasional Indonesia dan ia tetap di militer selama gejolak berikutnya dari demokrasi Parlementer dan Demokrasi Terpimpin. Setelah jatuhnya Presiden Soekarno dari kekuasaan, ia menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) di bawah presiden Soeharto. Lahir dari keluarga Drs Loudowik Epou Runturambi, di desa Tombatu, ia belajar mengajar dan mendaftar di akademi militer di Bandung.
Ia menjadi anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL), tetapi setelah invasi Jepang, ia bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA). Setelah proklamasi kemerdekaan, ia mendaftar di angkatan bersenjata Indonesia yang masih muda, dan bertempur selama Revolusi Nasional Indonesia. Pada tahun 1946, ia diangkat menjadi komandan Divisi Yogjakarta, unit gerilya yang beroperasi di Jawa Timur. Setelah revolusi nasional berakhir, ia diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, sampai ia diskors karena keterlibatannya dalam peristiwa 17 Oktober bersama S.H Nasution, Tapi Dolf diangkat lagi kembali ke posisi itu pada tahun 1955, dan ia pinda menjabat sebagai kepala Staf persenjataan Sulawesi ular hitam 1956-1961 sambil mendamaikan PERMESTA di Sulawesi, dan ia kembali pinda menjabat sebagai kepala staf persenjataan Jawa Barat 1962-1965 sambil mendamaikan PRRI hingga ia di incar pada percobaan kudeta oleh rezim komonisme dan pasukan rezim kapitalisme.
Pada tahun 1965, terjadi percobaan kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Markas Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi diserang, dan Istri pertamanya di serang pas Semuel Dolf Runturambi tidak ada di tempat itu, tapi istri pertamanya dan anaknya Jokowi berhasil melarikan diri dengan memanjat tembok dan bersembunyi di kediaman duta besar Irak. Dalam gejolak politik berikutnya, ia membantu kenaikan Presiden Soeharto, dan diangkat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara. Ia berselisih dengan Soeharto, yang melihatnya sebagai saingan, dan dia digulingkan dari kekuasaan pada tahun 1972. Begitu ia dicopot dari posisi kekuasaan, Dolf Runturambi berkembang menjadi lawan politik Rezim Orde Baru Soeharto, Meskipun ia dan Soeharto mulai berdamai pada 1980-an, Ia meninggal pada 24 November 2018 di Sulawesi Minahasa Tombatu, setelah menderita tulang belakang melemah, Jenazahnya dikebumikan di makam keluarga di Tombatu tapi namanya di makamkan di Pahlawan Kalibata.
Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi diangkat menjadi seorang pahlawan nasional Indonesia.
Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi merupakan konseptor Dwifungsi ABRI yang disampaikan pada tahun 1959 yang kemudian diadopsi selama pemerintahan Soeharto. Konsep dasar yang ditawarkan tersebut merupakan jalan agar ABRI tidak harus berada di bawah kendali sipil, tetapi pada saat yang sama tidak boleh mendominasi sehingga menjadi sebuah kediktatoran militer.
Bersama Soeharto dan A.H Nasution, Soedirman, Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi menerima pangkat kehormatan Jenderal Besar yang dianugerahkan pada tanggal 5 Oktober 1997, saat ulang tahun ABRI, karna Dolfedor Semuel Dolf Runturambi di bidang militer intelijen angkatan darat jadi ia sedikit di rahasiakan oleh negara Indonesia, tapi ia di karuniai pangkat jenderal besar Lima bintang pahlawan Nasional Indonesia bersama Soedirman Akmil Angkatan darat, Nasution Akmil Angkatan udara, Soeharto akmil angkatan laut, Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi Akmil angkatan darat Intelijen Sniper, ia pensiun 1972 berusia 50 tahun berpangkat jenderal empat bintang tapi 1997 ia di anugerahi Pangkat sebagai jenderal besar lima bintang karna ia paling banyak berkorban dalam Bangsa dan negara.
Ia adalah Minahasa marganya Runturambi kerajaan Oky Urey Tombatu, ia di juluki pangeran samudera timur benua Atlantis bangsa minahasa yang sekarang suda menjadi Nusantara Indonesia dan sekitarnya, teluk Myanmar, teluk Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei, Philipina, timur Lesta, Papua Nugini, semua itu perna ia kuasai bersama kakeknya Dr Alexander Piter Runturambi dan ayahnya Drs Loudowik Epou Runturambi dan ada pamannya Mayor Jeremia Skot Runturambi tapi gugur di Belanda karna misi rahasia, tapi mayor Jeremia Skot Runturambi ada anak di tana jawa seumur dengan Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi.
Pada masa dulu hingga masa depan ia tetap di juluki sang legenda Minahasa Sulawesi Indonesia 1940-1946 ia di juluki mayor Dolf Runturambi, 1949-1952 ia di juluki kolonel Dolf Runturambi, 1955-1960 ia di juluki mayor jenderal Dolf Runturambi, 1961-1964 ia di juluki letnan jenderal, 1965 ia di juluki jenderal besar tapi pada saat ia menjabat sebagai jenderal besar, presiden Soekarno dan Dolf Runturambi di rencanakan untuk di kudeta oleh saingan mereka berdua, presiden Soekarno dan Dolf Runturambi di incar untuk di bunuh, pada hari itu pun Dolf Runturambi bergerak sampai habis musuh-musuh mereka berdua, ia lah yang di juluki pembasmi kapitalisme dan Komunisme di Indonesia dan sekitarnya, nama lengkapnya Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi bisa di juluki pak Jawa karna ia adalah raja jawa yang sebenarnya, karna ia orang Minahasa tapi bisa pengaruh di tana jawa dari 1940-1972 sampai ia di gulingkan oleh presiden Soeharto karna mungkin beda pendapat, tapi Harto dan Dolf berdamai pada 1980an hingga mereka tutup usia.
Hidup adalah impian bagi orang bijak, lelucon bagi orang kaya, cobaan bagi orang miskin, rejeki bagi orang sabar, kehormatan bagi orang cerdik, dan selamat bagi orang yang beriman.
Foto mahal sepanjang masa Jenderal Besar lima bintang Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi ia di panggil pak Jawa karna ia adalah raja Jawa yang sebenarnya ia asal Sulawesi Utara Minahasa tenggara kecamatan Tombatu suku tonsawang dan dia di juluki pangeran samudera timur benua Atlantis bangsa minahasa yang sekarang suda menjadi Nusantara Indonesia dan sekitarnya, bagian teluk Myanmar teluk Thailand Singapura Malaysia Brunei Philipina timur Lesta Papua Nugini, banyak tidak tau bahwa Soeharto dan Dolfedor wajah mereka hampir mirip tapi perbedaan Soeharto tidak ada Fara di dagu dan Fara di legan tapi Dolfedor ada Fara di dagu dan Fara di lengan, suda paham kan dengan tiki-taka Indonesia merahasiakan tentang pangeran jenderal besar empat bintang Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi, foto ini di ambil saat ia bertugas di Jawa saat ia masi berpangkat brigadir jenderal dan ia terlihat sangat gemuk dan tampan dan ia pensiun sebagai jenderal besar empat bintang karna dia adalah intelijen sniper paling cerdik di Indonesia dan foto semua ini adalah dia saat ia masih muda dan suda sedikit tua dan suda tua sekali dan hidup ia sangat umur panjang hingga sembilan pulu enam tahun baru ia tutup usia, kata-kata andalannya, dia adalah aku dan aku adalah dia.
Jika orang berbicara buruk tentang kamu, tidak perlu kamu menghentikan dan menutup mulut mereka, cukup tutup kupingmu dengan dua tanganmu, dan bungkam mulut mereka dengan prestasimu, ketika mereka menghujat dan menjelekkanmu, tidak perlu di balas dengan hujatan, tapi jadikan itu motivasi untuk berbuat sesuatu yang lebih baik, dan bermanfaat yang akan membuat kamu lebih maju, dan menciptakan prestasi untuk dirimu, karena kebahagian dan masa depanmu tidak tergantung apa kata orang, tetapi tergantung apa kata Tuhan, dan bagaimana cara kamu untuk meraihnya, tetap semangat lakukan aktivitasmu, doakan apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu doakan, dan tetaplah mendoakan mereka yang telah meremehkanmu, agar jadi berkat bagi mereka sekali pun mereka membenci dan tidak menyukaimu, ingat jangan muda lelah hati karna perkataan mereka padamu, karna jika kamu lelah hati bisa menghilangkan semua milikmu, bersabarlah dan berdoa, agar apa yang kamu inginkan akan terpenuhi bersama Tuhan yang kamu semba, karna apa yang kamu minta pada doamu dengan tulus pada tuhan, maka tuhan takkan membiarkanmu, kejarlah prestasimu dan buktikan pada mereka bahwa kamu bisa, jalankan aktivitasmu di hari-hari dengan penuh percaya diri, sampai semua keinginanmu tercapai, ingat, jangan lupa carilah kerajaan sorga, agar kamu bisa merai apa yang kamu inginkan, karna tuhan slalu menyertaimu jika kamu tulus pada tuhanmu.
Petualangannya dalam militer banyak kontroversial, kadang kalah ia jatuh, kadang kalah ia berdiri, tapi ia tetap berhasil melewati semua tanpa ada kata putus asa.