SMK Negeri 1 Surabaya

Saka Wikipédia, Bauwarna Mardika abasa Jawa / Saking Wikipédia, Bauwarna Mardika abasa Jawi
Langsung menyang: pandhu arah, pados

SMK Negeri 1 Surabaya sebagai lembaga pendidikan yang dapat diakui sebagai pengembang generasi yang profesional dan berbasis IT serta dapat bersaing dalam Pasar Kerja Global. Oleh karena itu dalam pembahasan sejarah SMK Negeri 1 Surabaya ini menitik beratkan dari sisi kelembagaan secara periodisasi, dan dibatasi status kelembagaan , lokasi sekolah, dan kurikulum.

I. Status Kelembagaan

Pada tahun pelajaran 1949/1950 sebagai awal pendirian sekolah bernama Sekolah Dagang Menengah DR. Soetomo Surabaya, dengan jumlah siswa 156 orang. Istilah Sekolah Dagang Menengah, karena kelanjutan dari Sekolah Dagang yang menerima Siswa-siswi Sekolah Rakyat. Lama pendidikan 3 tahun (setingkat SLTA).

   * Berdasarkan surat keputusan nomor : 9735/D/1950 tanggal 12 Oktober 1950, memperoleh status Negeri dengan nama SMEA Negeri Surabaya tanpa jurusan.
   * Pada tahun pelajaran 1961-1962, dipecah menjadi 3 jurusan yaitu Tata Buku, Tata Usaha, dan Koperasi.
   * Dalam periode tersebut SMEA Negeri Surabaya dipisahkan menjadi 2 sekolah, yaitu :

SMEA Negeri 1 Surabaya yang terdiri 12 kelas dengan 3 jurusan (Tata Buku , Tata Usaha , Koperasi). SMEA Negeri 2 Surabaya yang terdiri dari 6 kelas dengan 2 jurusan (Tata Buku , Koperasi).

   * Berdasarkan surat keputusan Mendikbud nomer : 0250/0/1979 SMK Negeri 1 Surabaya dikembangkan menjadi SMEA Pembina dengan lama pendidikan 4 tahun (3 tahun + 1 tahun)
   * Dalam perkembangannya SMEA Pembina program 4 tahun kurang diminati masyarakat. Maka pada bulan mei 1981 diputuskan bahwa semua SMEA melaksanakan 1 jenis kurikulum yaitu program 3 tahun, istilah "Pembina" tidak digunakan lagi.
   * Berdasarkan surat keputusan Mendikbud nomor : 036/0/1997 tanggal 7 maret 1997 Sekolah Kejuruan Tingkat Atas diubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan demikian SMEA Negeri1 Surabaya menjadi SMK Negeri 1 Surabaya.


II. Lokasi Sekolah

   * Sejak tahun 1949, lokasi sekolah di Jl Pringadi Surabaya dan kegiatan pembelajaran siang hari, mengingat pagi hari untuk kegiatan pembelajaran Sekolah Lingkungan Yayasan Pendidikan Pringadi Surabaya .
   * Pada tahun 1969 SMK Negeri 1 Surabaya yang saat itu bernama SMEA Negeri 1 Surabaya menempati gedung baru di Jl SMEA No 4 Wonokromo Surabaya dengan 20 kelas. Perkembangan selanjutnya menjadi 27 kelas, kemudian secara bertahap menjadi 24 kelas. Pada tahun pelajaran 2003-2004 menjadi 26 kelas setelah membuka program keahlian TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bidang keahlian " Multimedia" yang menerima 2 kelas .

III. Kurikulum

Pada dasarnya kurikulum suatu lembaga pendidikan meliputi perumusan tujuan, lama pendidikan, struktur program garis-garis besar program pengajaran, metode pengajaran dan evaluasi hasil belajar. Kurikulum disusun berdasarkan peraturan pemerintah dan undang-undang dan ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional, serta aturan pelaksanaannya dari pejabat yang terkait. Pembahasan kurikulum sebagai pedoman kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 1 Surabaya adalah kurikulum yang sudah dibakukan, dan dalam hal ini menitik beratkan "Pendekatan" dari masing-masing kurikulum.

   *
     Kurikulum 1968 Pendidikan kebutuhan masyarakat akan pentingnya pendidikan (Sosil demamd approach). Mengingat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan, utamanya anak dapat sekolah. Sekolah kejuruan dianggap mampu menghasilkan tamatan yang langsung berkerja.
   *
     Kurikulum 1976 Pendekatan kebutuhan tenaga kerja (manpower demand approach). Berusaha menghasilkan juru (Kurikulum 3 tahun), dan teknisi (kurikulum 4 tahun / SMEA Pembina). Dalam pelaksanaan kurikulum 4 tahun / SMEA Pembina belum pernah terlaksana.
   *
     Kurikulum 1984 Pendekatan humaniara yang memadukan ranah kognitif, afektif dan psykhomator. Teori dan praktek dikemas dalam satu semester. Dalam hal ini pihak industri / dunia usaha dan instansi terlibat kegiatan pembelajaran dalam bentuk Praktek Kerja Nyata.
   *
     Kurikulum 1994 Pendekatan kurikulum berbasis kompetensi (competence based curriculum), luas, kuat dan mendasar. Kegiatan pembelajaran dikemas dalam bentuk "Pendidikan Sistim Garuda", dengan komitmen antara sekolah dan DU/DI maupun institusi pasangan.
   *
     Kurikulum edisi 1999 Sebagai penyempurnaan dari kurikulum 1994. Dalam hal ini adanya perubahan paradigma. a. Dari supply driver ke demand driver, b. Dari mata pelajaran/topik pembelajaran ke kompetensi c. Dari belajar hanya di sekolah menjadi belajar di sekolah dan dunia industri pasangan d. Dari sekolah yang berdiri sendiri mengarah sekolah sebagai bagian tak terpisahkan dari politeknik, BRK, Kursus-kursus dan lembaga diklat lainnya (PPKT).
   *
     Kurikulum 2004 Pendekatan kurikulum berbasis pelatihan (TBC) dan pendekatan berbasis produksi (PBC), dengan strategi belajar tuntas (Mastery learning), belajar melalui kegiatan yang memberi pengalaman bermakna (learning by doing), belajar dengan memperhatikan keunikan setiap individu /individualized learning dan belajar secara kelompok (group learning) serta belajar dengan system modal. Kurikulum 2004 masih taraf uji coba dan akan diberlakukan mulai tahun pelajaran 2004/2005.

IV. Kebijakan Mutu

Smk Negeri 1 Surabaya mencapai perbaikan yang berkesinambungan berdasarkan system manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 Dengan memberikan pelayanan Pendidikan yang Profesional untuk :

   *
     Meningkatkan Moral dan Disiplin Siswa.
   *
     Meningkatkan Pengetahuan, Keterampilan & Keahlian siswa yang mampu bersaing secara Global.
   *
     Meningkatkan pengajaran yang berstruktur dan berstrategi.
   *
     Membekali kecakapan hidup yang bermanfaat dalam memenuhi harapan pihak-pihak terkait & peraturan undang-undang dengan menyediakan sarana prasarana serta menyediakan sumber daya manusia yang tanggap terhadap perkembangan teknologi.